PT Intisentosa Alambahtera

Pelindo II Uji Coba Operasional 24 Jam PDF Print E-mail
Thursday, 18 February 2010 06:00
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Panjang akan melakukan uji coba operasional pelabuhan selama 24 jam. Uji coba berlangsung dua bulan, mulai hari ini (18-2) hingga medio April mendatang. Menurut General Manager PT Pelindo II Cabang PanjangPutera Mulya Ismah, pelaksanaan uji coba operasional pelabuhan selama 24 jam harus dilakukan. Putera juga optimistis jika nantinya uji coba tersebut akan berjalan dengan lancar dan Lampung akan memiliki pelabuhan dengan waktu operasional satu hari penuh. "Harus, tidak boleh nggak," ujarnya di sela-sela acara rapat pembahasan tentang kepelabuhan di kantor PT Pelindo II Cabang Panjang, kemarin (17-2).

Hal senada juga disampaikan Kepala Administratur Pelabuhan (Adpel) Panjang H.T.P. Hutasoit. Menurut Hutasoit, sejatinya uji coba operasional pelabuhan selama 24 jam sudah berlangsung dari tanggal 3 Februari 2010. Namun, karena masih banyak terdapat hambatan seperti masalah infrastruktur dan sarana serta prasarana, pemberlakuan operasional 24 jam masih belum berjalan efektif. "Besok (hari ini, red), direncanakan Pelabuhan Panjang sudah operasional selama 24 jam. Tapi untuk kepastiannya kita masih akan melakukan koordinasi dengan Pelindo terlebih dahulu," kata Hutasoit.

Hutasoit menambahkan ada beberapa sektor yang perlu mendapatkan perbaikan, yakni mulai dari infrastruktur, seperti masalah jalan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana, seperti gudang dan kelengkapan alat-alat berat. "Jalan di dalam pelabuhan menjadi hal yang paling utama untuk menunjang kelancaran operasional pelabuhan selama 24 jam," ujarnya. Hadir pada rapat itu di antaranya Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Darwin Ruslinur, Musa Zainudin (Wakil Ketua komisi IV), dan enam anggota Komisi IV, yakni Indra Bangsawan, Riza Mirhadi, Yusuf Wibisono, Dendi Romadhona, Misri Jaya Latief, dan Beni Uzer. Lalu Ketua Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Pelabuhan Syamsi Parsan, Ketua Apindo Yusuf Kohar, dan berbagai elemen lainnya.

Darwin Ruslinur mengatakan berdasarkan hasil hearing beberapa waktu lalu, Komisi IV menganggap kinerja di Pelabuhan Panjang perlu lebih ditingkatkan karena masih tertinggal jika dibandingkan pelabuhan lain di Indonesia. "Kondisinya sangat memprihatinkan, banyak angkutan dan truk-truk operasional yang tidak layak pakai. Bahkan, areal di sekitar Pertamina banyak jalan yang berlubang," kata dia. Sebab itu, kata Darwin, perlu ada sinergisitas antarpihak terkait untuk bersama-sama melakukan upaya perbaikan menuju ke arah yang lebih baik. Ada tiga komponen yang berperan penting, yakni Administratur Pelabuhan, PT Pelindo II, serta instansi BUMN dan swasta. "Artinya, kita mencoba untuk memberi masukan mengenai kekurangan-kekurangan Pelabuhan Panjang dalam upaya mengamankan aset daerah. Diharapkan ke depan Pelabuhan Panjang bisa go international," kata Darwin.

Sementara itu, Putera Mulya Ismah mengatakan dana untuk perbaikan sarana dan prasarana di Pelabuhan Panjang sudah diajukan pada anggaran tahun 2010 dan rencananya akan terealisasi pada catur wulan I 2010. "Akan kita segera benahi, bahkan gudang-gudang pun sudah siap," ujarnya. Selain itu, PT Pelindo II juga merencanakan investasi jangka panjang dalam rangka peningkatan pelayanan, seperti perpanjangan dermaga C 304 meter, penyediaan luffing crane 2 unit, jembatan timbang, kapal pandu 1 unit, kapal tandu 1 unit, header crane 3 unit dan sebagainya. "Rencana tersebut akan kita realisasikan tahun 2010 ini," kata Putera.

 

Newsflash

PT Pelindo Benahi Pelayanan Pelabuhan
PT Pelindo II Panjang akan membenahi pelaksanaan operasional Pelabuhan Panjang 24 jam menjadi lebih profesional. "Selain Pelindo, banyak pihak yang sebenarnya juga bertanggung jawab terhadap
Read more... Link