PT Intisentosa Alambahtera

Produksi Sawit Lampung Mulai Pulih PDF Print E-mail

Produksi tandan buah segar sawit di Kabupten Lampung Selatan mulai pulih memasuki musim hujan tahun ini. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan Elly Malelawati mengatakan di Kalianda, Kamis (1-12),

perkebunan sawit petani mulai berproduksi setelah hujan turun dalam tiga bulan terakhir. Dia mengatakan pemulihan produksi tanaman sawit membutuhkan waktu lebih lama, meskipun sudah memasuki musim hujan sejak dua sampai tiga bulan lalu. Produksi tandan buah segar sawit di Lampung Selatan anjlok pada musim kemarau lalu. "Tanaman sawit akan kembali produktif setelah dua sampai tiga bulan memasuki musim hujan, dengan produksi antara lima sampai tujuh ton per hektare," kata dia.

Dia juga mengatakan siklus produksi tanaman sawit setiap tahunnya memang berubah-ubah sesuai dengan kondisi iklim lokasi penanaman. Jika tahun ini produksinya meningkat, tahun depan menurun.

Harga sawit kini masih lumayan membaik pada kisaran Rp1.200 per kilogram dibanding akhir tahun 2008 yang sempat anjlok sampai Rp350 per kilogram dari harga semula Rp1.800 per kilogram. Dia mengatakan sawit merupakan komoditas paling fluktuatif dibanding dengan komoditas lain, karena mengikuti harganya minyak sawit di dalam dan luar negeri. Pada 2010, dia memprediksikan harga komoditas sawit membaik jika tidak ada guncangan stabilitas ekonomi negara, seiring meningkatnya produksi tandan buah segar petani.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan tahun 2008, luas perkebunan sawit di Lampung Selatan mencapai 5.893 hektare, yang terdiri atas tanaman produktif 2.289 hektare, tanaman belum produktif 3.589 hektare, dan tanaman rusak (nonproduktif) 15 hektare.Untuk produksi tahun 2008 mencapai 4.614, dengan produktivitas 2.015 kilogram per hektare. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat dari tahun 2007 yang hanya 1.952 ton, dengan produktivitas 967,3 kilogram per hektare.

Sumber : Lampung Post

 

Newsflash

Ekspor Kakao Lampung Naik 427%
Ekspor komoditas kakao Provinsi Lampung periode Mei melonjak hingga 427,60% dibandingkan dengan ekspor April 2010. Kenaikan ini merupakan yang terbesar dari 10 golongan barang ekspor
Read more... Link